fbpx

Cara Berjualan Dengan Rombong Pentol Minimalis Untuk Menarik Langganan

Melangkahkan kaki ke daerah Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Yogyakarta tidak lengkap rasanya jika belum mencicipi masakan khas di sana. Banyak para pedagang yang membawa berkeliling rombong pentol minimalis dengan tampilan dan sajian yang nampak menggoyang lidah.

Masih termasuk ke dalam kuliner bakso, pentol memiliki ukuran lebih kecil namun tetap menggunakan bahan yang sama, yakni tepung tapioka dan daging sapi.

Jika sepulangnya kamu dari tiga besar provinsi tersebut dan ada pikiran untuk menjual jajanan pentol di kampung halaman, maka ada beberapa tips yang mungkin dapat membantu kamu untuk sukses berjualan.

Jadi, silahkan simak beberapa saran berjualan menggunakan rombong pentol minimalis berikut ini.

Gunakan Timing yang Tepat

rombong pentol unik

Kata orang semakin pagi kita memulai aktivitas, maka akan semakin mampu mengundang cuan yang lebih banyak.

Namun itu tak berlaku pada jajanan pentol, soalnya bahan dasar dari makanan ini terbilang cukup berat karena berisi daging sapi.

Orang lebih memilih bubur, nasi uduk, dan lontong sebagai teman sarapan mereka, sehingga jarang orang untuk jajan di pagi-pagi buta.

Jadi jika bisa, mulailah aktif berdagang dimulai dari jam 10 siang karena orang sudah menghabiskan hampir setengah energinya di hari tersebut.

Berdagang sampai malam pun masih disarankan, apalagi semenjak pukul 4 sore yang rata-rata jumlah orang mencari jajanan akan meledak secara drastis.

Tetap Konsisten di Tempat Berkeliling

rombong pentol dari kayu

Jika tidak, maka kamu akan kehilangan pelanggan potensial setiap waktu. Untuk alasan ini jugalah, kamu harus tetap merawat rombong pentol minimalis setiap waktu.

BACA JUGA :  Gambar Box Bayi Kayu Minimalis, Rahasia Desain yang Bikin Greget!

Tak lucu jika rute jualan kamu terganggu gegara gerobak dagangan yang tiba-tiba rusak atau macet.

Tak hanya jam saja, juga tentukan hari libur secara disiplin dan berikan informasi tersebut kepada pelanggan yang selalu jajan makanan kita setiap hari.

Pelanggan potensial sangat sulit didapat, apalagi di tengah-tengah persaingan ketat kota-kota besar.

Tetap pada porsinya dalam urusan rute dagangan, karena seringkali ada beberapa orang yang hanya ingin membeli pentol kita saja sekalipun ada ribuan pedagang yang menjajakan sajian kuliner yang sama menggunakan rombong aluminium minimalis yang tak kalah bergayanya dengan kita.

Tentukan Tempat Mangkal Tetap

rombong pentol dorong

Terutama di jam-jam premium antara 4 sampai malam, kita sebisa mungkin harus ada di jalan-jalan ramai yang padat dikunjungi calon pelanggan.

Dari sinilah kita harus senantiasa menjaga rombong pentol minimalis tetap kuat dalam menahan bobotnya seharian penuh.

Jika jam premium tersebut terlewat begitu saja, maka pelanggan kita akan menempel ke pedagang lain dengan begitu mudahnya.

Selalu periksa beberapa alat seperti gas dan kompor, juga bumbu penyedap seperti saos dan kecap.

Tak lucu jika misalnya salah satu stoknya habis karena akan mengganggu aktivitas berdagang kita secara nyata.

Ceklis di Sana Sini

rombong pentol sepeda motor

Sekalipun kita hanya pedagang keliling yang membawa rombong pentol minimalis, akan tetapi persiapan harus dilakukan seprofesional mungkin.

Buat daftar ceklis dalam proses persiapan tersebut demi menjemput rezeki di rute jalanan yang telah kita tentukan.

Ceklis ini bisa berupa stok gas, plastik, bumbu, mangkuk, dan lain sebagainya. Selalu gunakan kuantitas yang tepat. Itu artinya, jangan sampai kelebihan ataupun kekurangan karena akan membebani kapasitas gerobak itu sendiri.

BACA JUGA :  4 Macam Ukuran Etalase TV Minimalis Siap Bergaya di Toko Elektronik Kamu

Kita pastinya ingin berjualan dengan jajanan super lengkap dan super banyak, namun kondisi gerobak pun harus kita perhatikan dengan seksama.

Apalagi jika kamu menggunakan gerobak tipe motor, maka kapasitas muatannya akan menjadi berkurang secara drastis.

Tinggalkan komentar