fbpx

4 Varian Genteng Multiroof Minimalis Wajib Kamu Tahu Sebelum Dibeli

Atap rumah kini sudah banyak pilihan yang tersedia, salah satunya adalah genteng multiroof minimalis yang menjadi sebuah terobosan terbaru sebagai bagian dari hunian sehat kita.

Bahan dasarnya sendiri adalah baja ringan, yang kemudian dilapisi oleh beberapa material lain sesuai keinginan, seperti seng, aluminium, bahkan pasir.

Berkat bahan utamanya tersebut, genteng multiroof menjadi material yang ringan dan tahan lama, memiliki kelurusan dan akurasi tinggi, dimensinya yang stabil, pemasangannya cepat, serta ramah lingkungan.

Baja ringan yang tersemat pada genteng multiroof ini dapa dilapisi dan diisolasi dengan berbagai macam bahan. Jadi, bayangkan jika misalnya baja ringan tersebut hadir dalam sebuah genteng, pasti bisa menjaga hunian kita tetap kuat selama mungkin.

Namun sebelum kamu membelinya, pastikan untuk mengetahui jenis-jenis genteng multiroof minimalis di bawah ini, biar tak salah pilih!

Multiroof Stainless Steel

multiroof stainless steel

Sekalipun terbuat dari bahan metal, akan tetapi genteng ini tahan karatan karena terbuat dari paduan baja, seng, dan aluminium.

Termasuk ke dalam bahan ramah lingkungan, nantinya atap kita ini masih bisa didaur ulang sepenuhnya tanpa batas.

Berkat manfaatnya tersebut pulalah, multiroof stainless steel lumayan banyak digunakan untuk atap rumah minimalis dengan berbagai macam ukuran.

Stainless Steel juga sangat tahan terhadap panas. Alhasil, akan membantu memaksimalkan kestabilan suhu ruangan di bawahnya, terutama untuk kamar 2×2 minimalis pada saat musim kemarau tiba.

Multiroof Berpasir

atap multiroof berpasir

Tentunya tidak terbuat dari bahan pasir 100%. Sama halnya seperti stainless steel di atas,  genteng multiroof minimalis ini masih menggunakan metode campuran terhadap bahan dasarnya, yaitu baja.

BACA JUGA :  Desain Rumah Minimalis di Tanah Menurun Tetap Awet dan Aman

Hanya saja serbuk bebatuan tersebut akan mampu menyerap panas lebih efektif sehingga mencegah rumah mengalami kenaikan suhu sekalipun tersengat oleh sinar matahari secara langsung.

Dan berkat bahan dasar metalnya tersebut jugalah, atap kita ini pun menjadi tahan gores, anti pecah, serta kuat terhadap benturan keras.

Bayangkan jika misalnya tiba-tiba ada hujan es! Meskipun jarang terjadi, namun kejadian tersebut bisa memiliki dampak besar terhadap atap rumah yang terbuat dari genteng 100% pasir atau bahkan seng.

Sebaliknya, multiroof berpasir akan tetap menahan benturan tersebut secara kokoh selama mungkin, memberikan rasa aman bagi seluruh pemilik rumah.

Multiroof Standing Seam

atap metal standing seam

Ini adalah genteng multiroof minimalis yang paling banyak difavoritkan oleh warga kita. Selain kekuatannya yang mumpuni, juga memiliki pola yang bagus.

Terdiri dari campuran baja, aluminium, dan seng, maka atap genteng ini akan menjadi bagian terkuat dari rumah kita.

Terdapat pula varian warna yang menarik sehingga akan sangat cocok sekali dengan desain rumah kita yang minimalis.

Sifatnya yang ramah lingkungan juga akan sangat bagus dipasangkan pada rumah yang bergaya kontemporer. Sekalipun harganya memang agak lebih mahal, akan tetapi masih menjadi banyak incaran orang berkat keindahan dan kekuatannya tersebut.

Multiroof Galvalum

galvalum multiroof

Genteng multiroof minimalis yang terbuat dari campuran baja, seng, dan aluminium ini cenderung memiliki ketebalan yang dimaksimalkan, namun masih datang dengan bobot yang ringan.

Bobot atap rumah sendiri bisa begitu sangat krusial mengingat lokasi penempatannya yang ada di atas kita. Berbahaya jika misalnya atap tersebut memiliki bobot berat yang tak bisa ditahan oleh kaki atap, sehingga bisa menyebabkan kecelakaan.

Tak hanya itu saja, sebuah penelitian yang dilakukan oleh Asosiasi Konstruksi Logam (MCA) menyebutkan bahwa atap galvalum seperti multiroof dapat bertahan antara lebih dari 50 hingga 60 tahun tanpa adanya tanda-tanda korosi yang menyertainya.

Tinggalkan komentar