fbpx

4 Tips Agar Warkop Minimalis Sederhana Dikerubungi Pelanggan

Desain dari sebuah warkop minimalis sederhana bisa menjadi bagian paling integral dari aktivitas menyajikan kopi buatan tangan kamu ke pelanggan.

Kebanyakan para pecinta kopi bukan datang ke warkop kita untuk sekedar menyeruput air hitam panas tersebut saja, melainkan menikmati momen santai penuh makna di sana.

Sebut saja Starbucks, sebuah warkop kelas tinggi yang memang bukan menjual kopinya sebagai hidangan utama mereka, melainkan tempat duduknya yang dekat dengan jendela.

Namun bukan serta merta kita harus membuat warkop sekelas Starbucks secara tiba-tiba, akan tetapi bisa kita gunakan sebagai inspirasi untuk kemudian digabungkan dengan beberapa tips-tips penting di bawah ini.

Kesan Pertama Begitu Penting

interior warkop sederhana

Kebanyakan para pelanggan akan melihat area luar dari warkop minimalis sederhana kita sebelum akhirnya masuk dan menyeruput hidangan.

Akan tetapi suasana dalamnya pun harus dipikirkan dengan matang-matang, agar pelanggan tersebut mau balik lagi secara konsisten.

Misalnya, café coffee itu identik sekali dengan lantunan lagi yang easy listening bersama volume yang tak terlalu berisik.

Ini dimaksudkan agar para tamu kita mampu mengobrol dengan lebih santai tanpa harus berteriak-teriak akibat suara musik yang terlalu kencang.

Selain itu, warna interiornya sendiri biasanya berbalut warna coklat yang senada dengan bijih kopi berwarna hitam. Bisa pula sedikit memberikan warna toko minimalis yang terang sebagai simbol dari kopi susu.

Pikirkan Interior Baik-Baik

desain interior warkop minimalis

Sebenarnya kita tak harus mengeluarkan ratusan juta rupiah untuk membuat sebuah warkop minimalis sederhana yang nampak nyaman serta elegan. Intinya terletak pada daya guna dari masing-masing barang yang digunakan.

BACA JUGA :  8 Tahapan Membuat Desain Workshop Minimalis Bagi Pengajar dan Audiens

Tentunya meja dan kursi menjadi interior utama yang harus terpatri di sana. Jika bisa, pastikan keduanya terbuat dari kayu jati, atau menggunakan sofa.

Di bagian tempat duduk bartender kopi, kamu bisa menyusun beberapa produk andalan dengan sedikit camilan gratis. Salah satu yang disarankan adalah kue jahe yang nampak menyatu dengan rasa jenis kopi manapun.

Selain itu, hindari menggunakan karpet dan lantai kayu karena cenderung cepat rusak dan sulit untuk dibersihkan. Bayangkan, kamu harus senantiasa membersihkan noda kopi yang bersifat membandel di sana.

Jadi, akan lebih baik untuk menggunakan keramik yang memiliki warna gelap. Hindari menggunakan warna putih karena cenderung tak akan menyatu bersama nuansa warkop minimalis sederhana yang hangat.

Ergonomi Untuk Konsep Warkop Minimalis

konsep warkop minimalis

Ergonomi pada café kopi bisa berupa susunan dari interior itu sendiri, yang mana disusun bukan hanya dari segi penampilan saja, melainkan melalui percobaan demi memberikan kenyamanan pada pelanggan kita.

Ini meliputi saat berjalan, menuju kasir, pemilihan tempat duduk, antri, dan sebagainya. Papan nama dan menu juga harus benar-benar bisa terlihat jelas, serta harga yang sesuai dengan informasi.

Pokoknya, ergonomi ini mencakup segala sesuatu yang berhubungan dengan positioning serta mendukung aktivitas para pekerja untuk melayani pelanggan, dan membuat pelanggan merasa jauh lebih nyaman dan betah selama mungkin.

Perhatian Cahaya Alami Dari Luar

model warkop minimalis

Cahaya alami yang datang dari luar seringkali dimanfaatkan agar kita dapat menghemat listrik saat siang hari.

Akan tetapi ada resiko tersendiri bagi warkop minimalis sederhana, karena cahaya dari luar dapat menghasilkan panas sehingga menambah beban pada sistem pendingin atau AC di ruangan tersebut.

BACA JUGA :  Manfaat Menggunakan Gypsum Dinding Minimalis Pada Hunian Modern

Cara paling efektif adalah untuk memberikan penerangan secukupnya tanpa harus kehilangan energi cahaya alami secara berlebih. Misalnya, dengan menggunakan tirai interior atau daun jendela sesuai kebutuhan masing-masing.

Saat malam hari pun sebisa mungkin haruslah memberikan penerangan yang tak terlalu terang, namun masih bisa melihat area sekitar agar konsumen merasakan rileksasi setelah beraktivitas seharian.

Tinggalkan komentar