fbpx

Konsep Taman Masjid Minimalis untuk Umat Modern yang Beriman

Merancang sebuah mesjid memang memberikan tantangan yang sangat spesifik bagi para arsitek. Bukan hanya dari bagian interiornya saja, juga taman masjid minimalis harus nampak begitu indah dan mengajak orang untuk beribadah.

Setiap tempat pastinya memiliki persyaratan tipologinya masing-masing untuk dibangun karena penyesuaian adat istiadat dan budaya.

Misalnya untuk di Indonesia, seringkali tersemat sebuah bedug yang dipukul sebelum Adzan tiba. Sekalipun sudah ada speaker yang jauh lebih modern, namun bedug masih digunakan sebagai salah satu opsional penting dalam sebuah mesjid.

Namun ternyata, kemajuan zaman membawa rumahnya Allah SWT ini memiliki taman masjid minimalis yang nampak begitu menyatu dengan era sekarang.

Tentunya tak ada larangan. Bahkan beberapa yang ada di Timur Tengah saja sudah mulai mengaplikasikan arsitektur bangunan semacam ini.

Mungkin bisa menjadi inspirasi buat kita saat ingin membangun sebuah mesjid tempatnya umat muslim beribadah, yang mana daftarnya adalah sebagai berikut.

Pusat Kebudayaan Islam dan Museum Toleransi

Pusat Kebudayaan Islam dan Museum Toleransi

Dibuat oleh BIG Achitects, mesjid besar namun minimalis ini mampu memenangkan kompetisi mendesain mesjid di Islamic Center dan museum di Tirana, Albania.

Usulan dari para arsitektur ini adalah ingin memberikan nuansa berbeda yang biasanya menggunakan volume masjid berkubah tradisonal, dan diganti dengan tiga bangunan berkerumum di sekitar alun-alun publik.

Secara langsung, maka akan menciptakan sebuah taman yang begitu indah dan terasa modern. Dilengkapi pula dengan desain gambar tempat wudhu minimalis sebelum kita mengakses ke pintu masuk area masjid.

Masjid Halide Edip Adivar

Masjid Halide Edip Adivar

Konsep arsitektur dari Manco ini mencoba untuk memadukan privasi tertutup dari konsep tradisional dengan taman masjid minimalis, yang mana menyuguhkan kompleks dan bangunan pelengkap dengan berbagai macam fungsi di dalamnya.

BACA JUGA :  Beragam Bentuk Teralis Minimalis dan Pemanfaatannya yang Multifungsi

Dikemas dengan ruang publik terbuka yang sekarang nampak populer dalam desain sipil kontemporer, membuat taman ini menjadi titik fokus yang sederhana akan tetapi masih nampak megah dan modern.

Terdapat pula titik fokus berupa beton berpiksel sederhana yang menggunakan cahaya bernuansa halus, sehingga mengubah masjid menjadi lentera perkotaan di malam hari yang indah. Benar-benar bisa mendukung aktivitas beribadah kita saat sholat wajib dan berjamaah.

Masjid Raja Abdullah Financial District

Masjid Raja Abdullah Financial District

Mesjid ini dirancang sebagai bagian dari pembangunan besr di kota Riyadh, Saudi Arabia yang sangat berkembang pesat beberapa tahun terakhir ini.

Proposal dari para aristek ini menawarkan penggunaan bahan tradisional marmer hitam dan putih dengan gaya kontemporer, sehingga membentu kotak segi yang ditutupi oleh layar aluminium.

Dari kejauhan saja sudah nampak jelas bahwa taman mesjid minimalis ini mampu memberikan nuansa hijau di tengah-tengah gurun pasir timur tengah.

Jadi tak heran jika seisi masjid akan terasa nyaman dan sejuk sekalipun terik matahari tengah bersinar terang.

Seperti yang kita tahu jika tanaman sudah dikenal mampu mengurangi paparan suhu udara panas secara alami.

Masjid Al-Irsyad Bandung

Taman Masjid Minimalis Al-Irsyad Bandung

Siapa sangka ternyata Indonesia pun sudah menerapkan taman masjiid minimalis nan futuristik, salah satunya ada di kota Bandung yang diberi nama Masjid Al-Irsyad.

Suasana indah dan religi akan terpancar saat kita mendekati beberapa relief yang berbentuk kalimat-kalimat arab tertanam di bagian luar bangunannya.

Dirancang oleh arsitek lokal yang juga menjadi seorang Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, gedung ini mengusung sebuah konsep open lansdscape dengan kedekatan alam dan cahaya alami.

Berkat pencahayaan dan desain bangunannya, maka menjadikan mesjid ini nampak indah dan modern, sehingga mampu menarik banyak wisatawan untuk mengambil foto, bersantai, dan beribadah dengan tenang di sana.

Tinggalkan komentar