fbpx

Tingkatkan Visual Bersama Saka Rumah Minimalis Agar Cantik Nampak Depan

Satu atau dua buah tiang di depan rumah yang menjulang dan menyangga atap atau kanopi teras memiliki nama lain yang begitu unik, yakni saka rumah minimalis.

Sesuai namanya, tiang ini berguna dalam memberikan keamanan dan ketahanan daripada sebuah hunian agar tidak mudah ambruk.

Di saat yang bersamaan, kita pun dapat membuatnya nampak keren dengan susunan seperti batu alam atau bertema modern dan sederhana.

Tak hanya itu saja, saka ini pun biasa digunakan di pagar rumah depan dengan bermandikan cahaya atau aksesoris menarik lainnya.

Dengan sedikit dekorasi saja, maka saka rumah minimalis menjadi daya tarik visual saat dilihat nampak depan. Untuk pilihan idenya sendiri adalah sebagai berikut.

Saka Rumah Batu Alam

Saka Rumah Batu Alam

Batu alam menjadi salah satu bagian yang tak dapat dipisahkan dengan hunian modern dan kontemporer seperti sekarang ini.

Maka tak heran jika banyak orang yang juga memanfaatkannya sebagai tiang rumah agar bernuansa indah dan keren saat dilihat dari bagian depan.

Sebagian besar orang memang menggunakan material batu alam seluruhnya, akan tetapi sebenarnya ada sebuah pilihan menarik lainnya yang bisa kita lakukan, yaitu menggabungkan beton dengan batu alam.

Alhasil, ada motif yang begitu indah antara satu dengan yang lainnya, apalagi jika kita tambahkan sebuah dekorasi berupa lampu tempel dengan warna kuning, dimana hiasannya akan sangat terlihat jelas pada saat malam hari.

Berikan semburat putih pada dinding beton tiang sementara warna batu alam menggunakan warna asli demi mempertahankan susunan alami yang sulit didapatkan dari material lain.

BACA JUGA :  Cara Model Pilar Pagar Minimalis Menyatu Dengan Hunian dan Elemen Utamanya

Saka Rumah Modern

Saka Rumah Modern

Modernisasi telah mengubah bentuk furnitur dari bergaya ukiran rumit menjadi jenis yang jauh lebih sederhana. Adapun bentuk yang paling sering digunakan adalah geometris kotak-kotak, entah itu disusun secara sembarang atau rapi.

Kamu pun sebenarnya masih bisa menggunakan saka rumah minimalis bergaya modern ini dari berbagai macam material, termasuk batu alam yang benar-benar keren.

Hanya saja harus kita berikan unsur geometris di beberapa sisi demi menciptakan nuansa kekinian tanpa harus kehilangan kesan alaminya sama sekali.

Geometri ini sebenarnya erat kaitannya dengan dunia digital, sehingga harus disematkan pada hunian modern.

Aplikasi geometri di dunia nyata ini pun meluas hingga ke berbagai macam sistem perakitan di bidang manufaktur, nanoteknologi, grafik visual, hingga rumah pada realitas virtual yang sekarang sedang dikembangkan.

Saka Rumah Sederhana

Saka Rumah Sederhana

Ada kalanya kesederhanaan mampu mengalahkannya segalanya, termasuk pada desain saka rumah minimalis. Kata simple ini haruslah terpatri pada bentuk maupun warna daripada tiang itu sendiri.

Cat yang paling banyak digunakan untuk menghasilkan nuansa sederhana biasanya berupa warna dasar seperti putih atau netral seperti krem.

Bagian bawahnya bisa kamu tambahkan susunan batu alam sebagai aksen utama daripada tulangan tersebut, atau bahkan menjadi tumpuan dan pondasi agar tiang tetap kuat menyangga.

Sementara dari bentuknya bisa kamu pilih dimulai dari bulat higga kotak persegi panjang. Yang terpenting adalah untuk tidak terlalu banyak menambahkan dekorasi agar tiang tidak menjadi titik fokus utama.

Saka Rumah Unik

Saka rumah unik

Berkebalikan dengan desain unik yang cenderung lebih bebas dalam berkreasi dan menjadi tolak ukur daripada selera seseorang terhadap seni.

Seperti pada gambar di atas terlihat bahwa saka rumah minimalis tersebut menjadi tiang kanopi yang dihiasi dengan tanaman merambat.

BACA JUGA :  Konsep Wedding Minimalis, Budget Minim Tetap Berkesan di Hati

Atau jika kamu memiliki rumah 3 tingkat, maka tiangnya pun dapat kamu dirikan hingga menjulang sampai atap paling atas.

Kuncinya adalah hunian unik itu haruslah lain daripada yang lain, sementara tiang atau saka rumah bisa menjadi fitur yang sangat mudah kita kreasikan sendiri.

Tinggalkan komentar