fbpx

Kelambu Pengantin Minimalis Bukan Sekedar Teman Saat Bulan Madu

Namanya memang romantis, tapi sebenarnya dari segi penggunaan seringkali dipakai untuk mencegah nyamuk menghampiri kita. Kelambu pengantin minimalis datang dengan desain dan pola menarik.

Para pasangan muda mungkin menyukai pemakaian kelambu tersebut, terutama selama masa bulan madu berlangsung.

Akan tetapi jarang orang memasangnya dalam jangka panjang, padahal sangat berguna untuk mengusir berbagai macam serangga menakutkan di malam hari, sebut saja nyamuk dan kecoak.

Jadi penggunaan kelambu ini tak terbatas pada pasangan mesra saja, juga bisa kamu gunakan untuk terhindar dari serangan makhluk pengganggu kita tertidur lelap.

Jika malu menggunakan yang berbentuk romantis, maka jenis yang sederhana pun bisa kamu pilih sesuka hati. Yang terpenting adalah memperhatikan keempat faktor di bawah ini sebelum memilihnya.

Ukuran Sesuaikan Dengan Ranjang

kelambu pengantin yang cantik

Jangan langsung membeli secara sembarang, bisa ribet jika jaring malah kekecilan. Pastikan kamu mengukur dimensi tempat tidur terlebih dahulu, termasuk lebar, panjang, dan tinggi.

Setelah itu, pilihlah kelambu yang panjang hingga mampu menyelipkan sedikit bagiannya hingga ke tepi bawah kasur tanpa harus meninggalkan ruang bagi nyamuk untuk masuk.

Tak peduli apakah tempat tidur tersebut berupa ranjang lemari minimalis atau bukan, yang penting tetap bisa seluruhnya hingga ke bawah.

Belajarlah dari kesalahan! Banyak orang yang malah membeli jaring terlalu pendek sehingga tak cukup direkatkan hingga ke bawah ranjang. Alhasil, nyamuk pun masih bisa menembus ke dalam sehingga pemasangan jaring pun menjadi sia-sia.

Bahan Kain

kelambu pengantin modern

Kebanyakan kelambu pengantin minimalis terbuat dari bahan halus seperti poliester, polietilen, atau polipropilen.

BACA JUGA :  Kasur Pengantin Minimalis Bikin Pengantin Baru Serasa Tidur di Hotel Bintang 5

Masing-masing darinya tentu memiliki tekstur yang berbeda, jadi pilih sesuai dengan selera kamu. Cara terbaik untuk merasakannya langsung meraba dengan jari-jemari dan bukan berdasarkan tebak-tebakan semata.

Pasalnya, ada banyak penjual jahil yang mengklaim bahwa bahan yang mereka sediakan ramah kulit, padahal sebaliknya.

Perhatikan juga pada pemakaian anak-anak. Ada diantara mereka yang mengalami alergi atau iritasi sesaat setelah bersentuhan dengan bahan kain tertentu.

Berhati-hati juga terhadap jaring-jaring yang tak dibuat rapi, karena bisa menyebabkan gesekan hingga luka.

Oleh karena itulah, rasakan sendiri sebelum membeli, dan pilihlah jenis kain yang paling lembut.

Desain

kelambu pengantin mewah

Desain utamanya tentu saja minimalis, akan tetapi ada beberapa diantaranya yang digabungkan dengan gaya tertentu, terutama chic yang mewah dan romantis.

Sesuaikan saja dengan keadaan kamu saat ini. Jika misalnya kamu seorang jomblo cowok, mungkin memilih kelambu pengantin minimalis berwarna putih polos lebih disarankan.

Bagi wanita jomblo, maka warna pink juga cocok sebagai peningkat nuansa cantik di kamar kamu.

Ada pula para pasangan muda yang mungkin bisa memilih jenis yang begitu romantis. Bahkan bulan madu pun bisa semakin berkesan hanya dengan pemilihan kelambu tersebut.

Intinya, tetap sesuaikan dengan keadaan agar terhindar dari kesan awkward atau membuat siapa saja yang melihatnya menjadi salah paham.

Dengan atau Tanpa Insektisida

kelambu pengantin klasik

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit CDC ternyata merekomendasikan kita untuk memilih kelambu yang menggunakan insektisida, karena tak hanya cukup efisien untuk membunuh nyamuk dan serangga lain, tetapi juga mampu mengusirnya hingga pada area dan jangkauan tertentu.

Asyiknya lagi, insektisida mampu bertahan selama 3 tahun bahkan ketika dicuci berulang kali. Adapun jenis insektisida yang diperbolehkan adalah piretroid, karena tak akan menyebabkan racun pada manusia dan mamalia lainnya.

BACA JUGA :  RAK SEPATU KACA MINIMALIS

Namun tetap saja, wanita hamil dan anak-anak di bawah usia 5 tahun agar tetap menghindari kelambu pengantin minimalis yang menggunakan insektisida karena sistem imun tubuhnya masih belum kuat dalam menghalau zat berbahaya tersebut.

Tinggalkan komentar